Monthly Archives: June 2018

Ertiga Dreza dan Diesel Belum Jelas

Badung – Di line up model baru Ertiga tidak ada varian diesel dan Dreza. Suzuki rupanya masih fokus memasarkan Ertiga model bensin yang diluncurkan sejak akhir April lalu.

“Dreza dan diesel masih studi, kami masih fokus di Ertiga bensin untuk meramaikan marketnya dulu, baru kami rencanakan varian derivatif, masih rencana baru nanti kita lihat kemungkinannya bagaimana,” ujar Head of 4W Brand Development and Marketing Research PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) Harold Donnel, kepada wartawan di Pantai Pandawa, Bali, Kamis (28/6/2018).

Sampai 21 Juni lalu Suzuki sudah menerima pemesanan mobil sebanyak 6.772 total. Sampai Lebaran lalu sudah sudah mengirimkan 5.393 mobil.

“Dimana periode lebaran itu kami mampu mengirimkan kendaraan, jadi istilahnya kami tidak janji belaka kami janji dan mampu delivery, kami bisa buktikan dengan angka tersebut,” ujarnya.

Ertiga DrezaErtiga Dreza Foto: Agung Pambudhy

Yang menarik pemesanan Ertiga mulai membludak saat Suzuki mengumumkan harga pada 9 Mei lalu.
Total ada 3 tipe Ertiga saat ini yakni Ertiga GA seharga Rp 193 juta, GL manual Rp 211,5 juta, GL otomatis Rp 222 juta, GX manual Rp 223 juta, GX otomatis Rp 233,5 juta, GX ESP manual Rp 228 juta, GX ESP otomatis Rp 238,5 juta.

“Begitu 9 Mei langsung meledak, kita hitung-hitung kalau namanya Lebaran nggak ada beli mobil sampai H-7 Lebaran, satu bulan sejak dirilis harga jadi, kurang lebih ada pemesanan sampai 5.000an karena di IIMS kita jualan 800an ya kalau tidak salah,” ujarnya (ddn/dry)

Sumber Berita: detik.com

Naik Mobil untuk Turing Lebih Ribet daripada Motor, Setuju?

Jakarta – Salah satu pemusik yang menggemari dunia otomotif adalah drummer Pas band, Sandy. Bahkan, ia bersama teman-temannya sudah mendirikan sebuah komunitas motor sejak 2015 lalu, Jahe Wangi Riders. Namun bagaimana kegemarannya di roda empat?

Berbincang bersama detikOto, Sandy mengungkapkan bahwa pernah mengikuti komunitas mobil sebelum jatuh cinta kepada sepeda motor. Namun tidaklah lama karena komunitasnya sulit untuk melakukan turing.

“Kalau mobil itu lebih ribet untuk turing. Pernah gue ikut komunitas mobil, itu susah untuk kumpul karena kan memang penggunaan mobil lebih kompleks. Saat mau jalan pun harus lihat medannya karena sudah ada yang ceper, dan lain sebagainya. Belum lagi jalan macet, biayanya juga lebih murahan motor,” kata Sandy saat berkunjung ke kantor detikcom di Gedung Transmedia, Tendean, Jakarta Selatan.

“Jadi lebih suka motor. Toh kalau anak motor kita ke Aceh dan hanya empat orang yang bisa, ya sudah jalan. Kita juga bebas mau berhenti kapanpun, makan dimana aja, masuk-masuk jalanan rumit,” lanjutnya.

Tapi meskipun seperti itu, Sandy mengaku belum berencana untuk menambah tunggangannya. “Gua suka bermotor, kegiatannya, tapi tidak terlalu fanatik untuk mengoleksinya. Jadi belum ada rencana untuk nambah motor atau mobil,” tutup Sandy.

Kalau Otolovers, lebih suka komunitas motor atau mobil? (ruk/dry)

Sumber Berita: detik.com

Pelatih: Pertahanan Korsel terguncang saat dikalahkan Meksiko

Rostov-on-Don (ANTARA News) – Pelatih Korea Selatan Shin Tae-yong mengakui barisan pertahanannya sempat terguncang saat dikalahkan Meksiko dengan skor 2-1 di penyisihan grup Piala Dunia, Sabtu, sekaligus memastikan tim Asia itu tersingkir setelah menjalani dua pertandingan.

Korsel, yang sebelumnya dikalahkan 1-0 Swedia di pertandingan pembuka mereka, ditaklukkan melalui penalti dalam dua kekalahannya dan pada Sabtu, karena bek Jang Hyun-soo memblokir umpan silang Andres Guardado dengan lengannya sebelum Carlos Vela mengonversi tendangan penalti menjadi gol.

“Sangat disayangkan bahwa pertahanan itu terguncang dan kita tidak bisa mengubahnya dengan mudah,” Shin mengatakan pada wartawan.

“Lini pertahanan benar-benar terguncang dan untuk Jang, dia telah terkena bola ditangannya, tetapi kita tidak bisa mengubah hasil.”

Baca juga: Jerman menang dramatis atas Swedia, berpeluang lolos ke 16 besar

Korea Selatan, yang hanya memenangkan satu dari 11 pertandingan Piala Dunia terakhir mereka, akan tersingkir jika Swedia bermain imbang atau menang melawan Jerman.

“Kami memberikan dua penalti; itu masalah tetapi para pemain belakang telah kehilangan kepercayaan dan itu sangat disayangkan,” tambah Shin.

“Saya berharap mereka akan mengembalikan kepercayaan diri mereka dan bertarung khususnya untuk pertandingan berikutnya.”

Baca juga: Kekalahan Korsel atas Meksiko dalam galeri foto Piala Dunia

Korea Selatan selanjutnya menghadapi juara bertahan Jerman dengan sedikit harapan lolos ke fase gugur, yang terakhir mereka capai pada putaran Piala Dunia 2010.

Untuk mengulangi prestasi itu lagi, Shin yakin para pemainnya harus mendapatkan lebih banyak pengalaman.

“Bahkan jika kami memiliki pemain yang bagus, kami kekurangan pengalaman dan kami perlu mengakumulasi hal tersebut di masa depan. Itu adalah titik lemah kami selama turnamen ini,” katanya.

Baca juga: Juara grup Spanyol-Portugal mungkin ditentukan lewat “fair play”

(Uu.SYS/D011)

Pewarta:
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Sumber Berita: antaranews.com

Tes Psikologi SIM, Komunitas: Lebih Penting untuk Angkutan Umum

Jakarta – Polda Metro Jaya sebelumnya berencana menerapkan tes psikologi bagi masyarakat yang ingin membuat surat izin mengemudi (SIM). Tapi, penerapan ujian psikologi untuk pemohon SIM ditunda.

Tes psikologi dianggap penting untuk pengendara karena menyangkut sikap pengendara di jalan raya. Namun, komunitas pengguna mobil memandang, tes psikologi lebih penting untuk pengemudi angkutan umum daripada pengemudi pribadi.

Seperti yang disampaikan Ketua Umum Velozity, Bambang Bangun Wibowo, penerapan tes psikologi bagi pemohon SIM lebih baik difokuskan pada pengemudi angkutan umum. Sebab, pengemudi angkutan umum punya lebih banyak risiko dan tanggung jawab.

“Kalau untuk angkot memang lebih penting ke psikologisnya, karena dia bukan sekadar mengemudikan angkutan pribadi, tapi angkutan umum di mana dia akan membawa banyak orang,” ujarnya saat ditemui di acara Halal Bihalal Toyota Owner Club (TOC) 2018, di Jakarta, Sabtu (23/6/2018).

“Jadi dari psiklogis-nya memang dibutuhkan mental yang kuat, tidak hanya keterampilannya,” tambah Bambang.

Karena hampir setiap saat pengemudi angkutan umum membawa orang lain itu-lah, kata Bambang, tes psikologi untuk mendapatkan SIM semestinya difokuskan kepada pengemudi angkutan umum. Namun bukan berarti untuk pengemudi pribadi tidak penting sama sekali.

“Nah jadi dari efek beban penumpang yang dibawanya itu tentunya banyak yang harus diperkuat dari sisi mental pengemudinya. Kalau pengemudi pribadi penting juga, perlu juga, tapi nggak seperlu pengemudi untuk angkutan umum,” katanya.

Menurutnya, tetap tes keterampilan mengemudi dan rambu-rambu serta aturan lalu lintas, lebih penting bagi pengendara pribadi ketimbang psikologi.

“Pada dasarnya baik-baik saja, tapi lebih penting ke keterampilan pengemudinya sebenarnya dan pengetahuan atas rambu-rambu lalu lintas, itu yang penting,” tutur Bambang. (khi/rgr)

Sumber Berita: detik.com

Pakai Teknologi Ini, Pemotor Bisa Terhindar dari Tabrakan

Jakarta – Teknologi kendaraan semakin canggih untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas yang masih tinggi. Kini, teknologi keselamatan untuk pemotor pun dihadirkan. Sebab, pemotor cenderung lebih berisiko dibanding pengendara kendaraan bermotor lain.

Sebuah startup teknologi bernama Ride Vision meluncurkan sistem yang akan memperingatkan pemotor dari kecelakaan. Nama sistem itu adalah Collision Aversion Technology atau CAT. Sistem itu adalah perpaduan Artificial Intelligence dan Computer Vision yang dirancang untuk berintegrasi dengan motor hanya menggunakan kamera standar sebagai sensor visual. Kamera wide angle menyediakan sensor visual seluas 360 derajat.

Sistem itu akan mengenali dan menganalisis ancaman kecelakaan. Cara kerja sistem itu tidak membutuhkan perangkat keras yang mahal juga tidak akan mengganggu fokus pengendara. Analisa CAT menggunakan sensor yang tersedia pada sepeda motor.

Sistem akan mendeteksi kecenderungan lingkungan sekitar pemotor. Jika lingkungan sekitar seperti mobil tiba-tiba mengancam bahaya dengan bermanuver tiba-tiba, sistem memberikan peringatan kepada pengendara. Sehingga, pemotor bisa merespons lebih baik dan menghindari kecelakaan.

“Meskipun telah ada beberapa inovasi intrinsik sepeda motor, faktanya tetap bahwa sepeda motor rentan kecelakaan dan korban jiwa. Pemotor, yang perlu memiliki keterampilan mengemudi yang lebih baik daripada pengemudi mobil, harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk mendapatkan manfaat dari inovasi teknologi,” kata perusahaan itu.

[Gambas:Youtube]

(rgr/ddn) Sumber Berita: detik.com