Pelatih: Pertahanan Korsel terguncang saat dikalahkan Meksiko

Rostov-on-Don (ANTARA News) – Pelatih Korea Selatan Shin Tae-yong mengakui barisan pertahanannya sempat terguncang saat dikalahkan Meksiko dengan skor 2-1 di penyisihan grup Piala Dunia, Sabtu, sekaligus memastikan tim Asia itu tersingkir setelah menjalani dua pertandingan.

Korsel, yang sebelumnya dikalahkan 1-0 Swedia di pertandingan pembuka mereka, ditaklukkan melalui penalti dalam dua kekalahannya dan pada Sabtu, karena bek Jang Hyun-soo memblokir umpan silang Andres Guardado dengan lengannya sebelum Carlos Vela mengonversi tendangan penalti menjadi gol.

“Sangat disayangkan bahwa pertahanan itu terguncang dan kita tidak bisa mengubahnya dengan mudah,” Shin mengatakan pada wartawan.

“Lini pertahanan benar-benar terguncang dan untuk Jang, dia telah terkena bola ditangannya, tetapi kita tidak bisa mengubah hasil.”

Baca juga: Jerman menang dramatis atas Swedia, berpeluang lolos ke 16 besar

Korea Selatan, yang hanya memenangkan satu dari 11 pertandingan Piala Dunia terakhir mereka, akan tersingkir jika Swedia bermain imbang atau menang melawan Jerman.

“Kami memberikan dua penalti; itu masalah tetapi para pemain belakang telah kehilangan kepercayaan dan itu sangat disayangkan,” tambah Shin.

“Saya berharap mereka akan mengembalikan kepercayaan diri mereka dan bertarung khususnya untuk pertandingan berikutnya.”

Baca juga: Kekalahan Korsel atas Meksiko dalam galeri foto Piala Dunia

Korea Selatan selanjutnya menghadapi juara bertahan Jerman dengan sedikit harapan lolos ke fase gugur, yang terakhir mereka capai pada putaran Piala Dunia 2010.

Untuk mengulangi prestasi itu lagi, Shin yakin para pemainnya harus mendapatkan lebih banyak pengalaman.

“Bahkan jika kami memiliki pemain yang bagus, kami kekurangan pengalaman dan kami perlu mengakumulasi hal tersebut di masa depan. Itu adalah titik lemah kami selama turnamen ini,” katanya.

Baca juga: Juara grup Spanyol-Portugal mungkin ditentukan lewat “fair play”

(Uu.SYS/D011)

Pewarta:
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Sumber Berita: antaranews.com