Sejarah Mi Instan, dari Makanan Mewah jadi Makanan Rumahan

Suara.com – Mi merupakan makanan populer di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Mi instan misalnya, menjadi salah satu kudapan favorit anak muda di Indonesia.

Tapi tahukah Anda, kalau pada awalnya mi adalah makanan mewah? Dilansir dari Goodyfeed, sejarah mi instan pertama kali populer pada 1945 setelah perang dunia kedua berakhir.

Di Jepang, di mana perang berlangsung parah, Kementerian Kesehatan Jepang mendorong warganya untuk mengonsumsi roti yang terbuat dari gandum. Tapi kepopuleran mi instan sendiri tak terlepas dari seorang tokoh kuliner Jepang bernama Momofuku Ando.

Menurut cerita, Ando yang sedang berjalan-jalan di Osaka, melihat banyak orang mengantri di depan kedai ramen.

Saat itu juga ia merasa bahwa orang-orang Jepang sudah mengalihkan pilihannya dari roti gandum ke ramen.

Ando kemudian membaca sebuah pepatah bijak yang berbunyi, “Perdamaian akan datang saat ada makanan yang cukup untuk dikonsumsi.”

Melihat tulisan tersebut, Ando tergerak untuk menciptakan olahan mi lezat, tidak mudah basi, dapat disajikan dalam waktu kurang dari tiga menit, ekonomis, aman dan sehat.

Setelah melakukan percobaan selama kurang lebih satu tahun, Ando belum juga berhasil mendapatkan rasa yang tepat.

Saat hampir menyerah, kejadian ajaib tak disengaja kemudian tercipta. Secara tidak sengaja Ando melempar beberapa potong mi ke dalam minyak tempura yang panas.

Istri Ando juga berperan atas penemuan mi yang lezat, ia memanaskan kembali makanan tersebut untuk menu makan malam. Di saat itulah, Ando merasa berhasil menemukan bumbu rahasia mi yang ia cari, sebuah Chikin Ramen, ramen pertama yang berhasil diciptakan.

Kalau sekarang mi instan tergolong sebagai makanan rendah nutrisi, nyatanya hal tersebut berbanding terbalik dengan olahan mi instan hasil kreasi dari Ando.

Dan tak perlu membutuhkan waktu lama, mi instan kemudian menjadi makanan pokok masyarakat Jepang. Dan saat Ando menciptakan kreasi mi dalam kemasan pada 1971, produk tersebut langsung digemari oleh seluruh penduduk di seluruh dunia.